PANGKALPINANG – Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Tahun ini menjadi momentum istimewa karena Unmuh Babel mencatat rekor dengan menerjunkan sebanyak 337 mahasiswa ke berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga Kota Batu, Malang, Jawa Timur.
Pembekalan dan pelepasan peserta KKN dilaksanakan di Auditorium Sofyan Tsauri, Selasa (14/7/2026), yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Penerbitan, dan Publikasi (LPPMPP) Unmuh Babel.
Mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Adaptif: Percepatan Pencapaian SDGs melalui Penguatan Literasi, Digitalisasi, dan Pariwisata UMKM Masyarakat Bangka Belitung", program KKN tahun ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa.
Ketua Panitia KKN Unmuh Babel, Yudistira Bagus Pratama, M.Kom., menjelaskan bahwa sebanyak 337 peserta berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik dan Sains (FTS), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis (FISB). Seluruh mahasiswa akan melaksanakan pengabdian selama 40 hari dengan tiga skema pelaksanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Skema pertama adalah KKN Kedisinian, yang akan berlangsung pada 17 Juli hingga 26 Agustus 2026. Sebanyak 228 mahasiswa akan diterjunkan ke 23 desa yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Selanjutnya, KKN Sinema (Sinergi Kinerja Mandiri) diikuti oleh 11 mahasiswa dari kelas karyawan yang menjalankan program pengabdian dengan pendekatan yang lebih mandiri dan fleksibel.
Sementara itu, KKN MAs (Muhammadiyah Aisyiyah) akan dilaksanakan di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 29 Juli hingga 31 Agustus 2026. Program ini diikuti oleh 98 mahasiswa, terdiri atas 92 mahasiswa yang terintegrasi dengan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II serta enam mahasiswa KKN reguler.
Kepala LPPMPP Unmuh Babel, Nurjanah, M.Pd., menyebut pelaksanaan KKN tahun ini memiliki nilai historis karena untuk pertama kalinya melibatkan tiga fakultas secara bersamaan.
Menurutnya, bergabungnya Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis semakin memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu sehingga program kerja yang akan dijalankan mahasiswa di lapangan menjadi lebih inovatif, komprehensif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Biasanya KKN hanya diikuti oleh dua fakultas, tetapi tahun ini Alhamdulillah tiga fakultas hadir bersama. Artinya sinergi keilmuan semakin kuat sehingga program kerja yang dilaksanakan mahasiswa akan lebih inovatif," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unmuh Babel, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., menilai peningkatan jumlah peserta KKN menjadi indikator tingginya semangat mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat sekaligus membentuk karakter kepemimpinan.
Menurutnya, KKN bukan hanya menjadi sarana penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk belajar memahami kehidupan sosial, membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan, serta mengasah kemampuan memimpin di tengah masyarakat.
"Mahasiswa tidak hanya dibekali aspek kognitif, tetapi juga pengalaman hidup bermasyarakat. Ketika KKN, di situlah kita akan mengenal diri sendiri, memahami karakter teman-teman, dan belajar menyelesaikan berbagai tantangan bersama," kata Fadillah.
Ia juga berpesan kepada para ketua kelompok agar menjadikan kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan.
"Pemimpin sejati adalah pemimpin yang melayani, bukan dilayani. Kepemimpinan harus menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi orang-orang yang dipimpinnya," pesannya.
Dengan jumlah peserta terbesar sepanjang pelaksanaan KKN di Unmuh Babel serta hadirnya tiga skema pengabdian yang inovatif, program KKN 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam memperkuat literasi, mempercepat digitalisasi, mengembangkan sektor pariwisata dan UMKM, sekaligus mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Bangka Belitung maupun daerah penugasan lainnya.Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih tajam dan bernuansa feature khas KBO Babel dengan gaya penulisan yang lebih hidup dan menarik. (Sukma Wijaya/KBO Babel)
Tags:
Berita
